Maafkan? ikhlaskan!

Maafkan? ikhlaskan!

“Arti Memaafkan Yang Sebenarnya???”

lama saya termenung memikirkan kalimat ini, karena hingga saat ini saya masih belum sempurna bisa mempraktekkan apa yang di kata orang tentang maaf, tentang keikhlasan, tentang berbaikan, tentang keindahan maaf.

Apa yang saya alami berikut adalah kekecawaan terhadap seseorang. Sesak nafas di dada selalu bergulir setiap kali “permintaan maaf” disampaikan olehnya, mulut hanya terdiam, air mata tertahan, tangan kaku dan tidak bisa menatapnya.

Jauh hari saya sudah memaafkan perbuatannya, tapi batin saya menolak………sebegitu dalam luka yang timbulkannya hingga memotivasi kepada diri saya sendiri untuk selalu belajar tentang keikhlasan.

Karena memberikan maaf itu tidak semudah membalik telapak tangan, memberi maaf sekedar ucapan itu memang ringan disampaikan, tapi memberi maaf tanpa dibarengi keikhlasan tidak bisa menipu seberapa besar kita memaafkan perbuatannya.

Tetap saja saya tidak bisa menyalahkannya, dan saya tidak menuntut lebih darinya, saya telah memaafkannya walaupun keikhlasan masih harus terus di asah untuk merelakan kesalahan dan perbuatannya.

Karena saya yakin memberi maaf tanpa keikhlasan akan menjadi penyakit hati yang bila tidak segera ditangani bisa melahirkan dendam yang akan menyakiti diri kita sendiri.

Alhamdulillah, Allah telah mengiringi saya dalam proses penyembuhan itu dengan memberikan sikap “ikhlas” nya.

Maaf & ikhlas, dua sifat yang harus tetap berjalan beriringan.

Sudahkah kalian memaafkan saya? besar harapan saya mendapatkan maaf dari teman-teman semua dengan penuh keikhlasan tentunya.

Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *