Hentikan tragedi dan saatnya berbagi

Hentikan tragedi dan saatnya berbagi

Pic by Google

Zakat merupakan rukun ketiga dari rukun islam, karena sifat rukun islam yang menjadi salah satu unsur pokok dalam tegaknya syariat Islam, maka zakat hukumnya Wajib, dengan demikian keislaman seseorang tidak akan sempurna jika tidak menjalankan rukun islam tersebut.

Pengertian zakat itu sendiri memiliki banyak makna, namun unsur yang terpenting dalam zakat yaitu harta seseorang yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat syarat yang telah ditentukan oleh agama dan disalurkan kepada orangorang yang telah ditentukan oleh agama.

Disalurkan kepada siapa? menurut agama ada 8 (delapan) golongan yang berhak menerima zakat yaitu:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Al-Quran, At-Taubah ayat 60).

Namun dalam pelaksanaannya sering membuat hati kita miris adalah banyaknya tragedi dalam pembagian zakat, masih ingat tragedi zakat pasuruan di tahun 2008 bukan? salah satu peristiwa memilukan yang menewaskan 21 warga.

4 (empat) orang anak yang masih kecil kehilangan Ibu yang disayanginya, Bocah 13 tahun kehilangan ibunya yang seorang buruh tani, Seorang kakek menjadi sebatang kara karena kehilangan belahan jiwa (istri)nya, seorang suami tukang becak dengan becak sewaan telah ditinggalkan istrinya demi 15 s/d 30 ribu rupiah. Yah…..semua itu karena orang-orang yang di sayanginya masuk dalam daftar “Korban Tragedi Zakat”. Karena kepedihannya banyak dari masyarakat Indonesia yang bersimpati, tapi apakah harus menunggu sampai datangnya tragedi terlebih dulu?

Akankah kabar-kabar memilukan seperti ini akan tetap berlanjut? sampai kapan? kita yang dengan mudahnya menghabiskan uang, konon katanya “HANYA” 30 ribu rupiah menjadi tak bernilai, beli pulsa telpon ngobrol sana-sini, beli camilan tak dihabiskan, beli ticket nonton bioskop rela berdesakan. Apakah tidak terketuk dengan apa yang di alami orang-orang di sekeliling kita yang serba kekurangan?

Di bulan seribu bulan ini, mari kita merenung diri dan menyisihkan sebagian rizky yang kita dapat dengan berzakat, Hentikan tragedi dan mari berbagi rizki kepada mereka yang tidak mampu.

Stop mengharapkan penerimaan zakat, tapi mari kita ganti slogan kita dengan “Mari ber-Zakat Yukkkkk!!!!” selain menjalankan kewajiban bukankah dengan berzakat berarti “tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah”?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *